Google

Pulsa Murah 1 Card All Operator

Pulsa Elektrik Murah

Gelar ……… Sebuah Identitas Pengakuan ………

Lama banget rasanya ga nulis dan update isi blog, maklum komering sekarang masih mencari kerja dan mencari cara untuk selalu survive guna kehidupan kelak, sekian lama pula tak pernah menulis tetapi semua masih komering cari dalam menyusun tulisan berikutnya.


Tulisan berikut ini akan komering angkat dengan judul "Gelar …sebuah identitas pengakuan……." Di tulisan ini akan coba komering angkat apa itu gelar, kapan diberikan dan fungsi serta manfaat yang diberikan pada "Gelar" tersebut.

Dalam masyarakat komering ada beberapa macam tingkatan yang dapat dibedakan dalam pemberian gelar tapi komering tak akan membahas tingkatan tersebut. Disini komering akan membahas tentang gelar dan fungsinya.


Gelar dalam masyarakat komering berhubungan dengan status yang ada dalam dirinya yaitu ketika seorang laki-laki komering menikah dia akan mendapat gelar atau sebutan, gelar ini dapat diberikan saat silelaki tersebut menikah ataupun pada waktu-waktu mendatang (beberapa waktu setelah menikah).


Pemberian gelar ini sangat penting dalam masyarakat komering sehingga adat ini masih dipegang kuat dalam masyarakat komering dari zaman ke zaman, pemberian gelar ataupun biasa disebut juluk ataupun Golar…… tergantung pada gelar yang di dapat dari orang tua misalkan gelar yang didapat ayah dari lelaki komering adalah prabu maka biasanya gelar sang anak yang telah menikah akan turun menjadi prabu, dan diikuti nama juluk atau nama gelar nya anak tersebut yang diberikan oleh ketua adat dengan persetujuan orang tua, bila orang tuanya ber-gelar-raden maka anak laki-laki yang telah menikah tersebut akan mendapat gelar Raden dan dikuti dengan nama juluk nya, begitu pula bila nama orang tuanya bergelar ratu dan seterusnya hingga proses pemberian gelar tersebut terjadi.

Biasanya pemberian gelar tersebut dibarengi dengan berbagai Ritual yang bercampur dengan ritual keagamaan (Islam) yang berisi doa dan pengharapan orang tua maupun keluarga serta masyarakat agar dengan gelar yang diberikan si lelaki tersebut dapat menjadi orang yang akan memimpin dalam kebaikan baik memimpin diri, keluarga dan lebih-lebih masyarakat luas nantinya.


Setelah sedikit banyak mengulas tentang siapa yang berhak menerima gelar tersebut mungkin diantara pembaca ada yang bertanya mengapa bercerita tentang lelaki yang telah berkeluarga.bukan pada setiap lelaki komering. Inilah salah satu fungsi utama mengapa pemberian gelar tersebut diberikan pada lelaki yang telah menikah yaitu sebagai pembeda penyebutan nama karena biasanya penyebutan nama (memanggil) seseorang dilakukan dengan menyebut nama yang telah diberikan oleh orang tua ataupun keluarga sejak lahir, tetapi bila dia telah menikah dia akan di berikan Gelar yang nantinya ketika penyebutan nama nya (memanggil) orang tersebut dia akan dipanggil dengan gelar yang telah didapat ketika telah menikah. Penyebutan tersebut berlaku pada siapapun yang memanggil termasuk orang tua dari lelaki yang telah menikah jadi ketika contohnya bila dia sedang berkumpul dengan kerabat yang lebih muda (belum menikah) dia akan mendapat perbedaan status di depan orang banyak, dengan adat pemberian gelar inilah dapat diketahui status seseorang walaupun orang lain tidak mengetahui status yang telah didapatkannya (menikah atau belum).


Mungkin banyak pembaca yang bertanya bagaimana dengan gelar yang jatuh pada istrinya, gelar tersebut diberikan oleh ketua adat untuk seorang yang telah menikah dengan secara otomatis mengikutkan penyebutan (memanggil) sang istrinya sama dengan gelar yang diterima sang suami contoh bila sang suami mendapat gelar raden makan sang istri akan di sebut nyiraden atau niai raden dan seterusnya yang berlaku pada gelar yang diberikan pada sang suami.


Demikianlah salah satu adat yang masih bertahan di masyarakat komering yang masih tetap bangga kami pegang dan kami pelihara semoga tulisan ini akan membuka wacana baru tentang adat dan istiadat masyarakat komering……..


insya Allah komering akan pulang tahun 2009 untuk menjalankan adat pemberian gelar....doa kan semoga ada rezeki untuk pulang

Peran Orang Rantau …….

setelah sekian lama ga posting sekarang mulai lagi nich ......
Dalam perkembangan masyarakat komering ada factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan baik secara social masyarakat maupun secara ekonomi budaya, masyarakat komering memiliki kebiasaan yang mungkin bisa dibilang suatu adat karena hal ini telah berlangsung lama dan masih sampai sekarang, yaitu budaya rantau sama seperti suku-suku lain di sumatera selatan, budaya rantau biasanya dilatar belakangi oleh keinginan merubah hidup, factor ekonomi, social masyarakat maupun terdorong oleh gambaran orang yang telah sukses sebelumnya.

Karena berbagai dorongan keinginan masyarakat untuk merantau menyebabkan masyarakat luar semakin mengenal dan mengetahui akan budaya dan kebiasaan orang komering, sedangkan pola dan cara pandang masyarakat komering sedikit demi sedikit pun telah dapat menyesuaikan akan tuntutan dan kemauan zaman, mulai dari pola pikir, cara pandang terhadap satu masalah maupun pola kehidupan masyarakat komering sendiri, “kemajuan beradaban” tersebut didasari selain faktor pemerintah sumatera selatan yang terus memajukan daerah-daerah kabupaten maupun kota diluar kota palembang sendiri, faktor yang menentukan juga terpengaruhi oleh kembalinya orang-orang rantau komering yang mencoba membangun daerah agar lebih maju dengan membawa pola pandang yang baru dan lebih relevan akan kemajuan zaman.

Pola pandang yang diusung dari luar tersebut belum tentu dapat diterima sepenuhnya oleh masyarakat karena masih adanya faktor kebiasaan sebelumnya yang lebih dahulu terbentuk dan selama faktor tersebut membawa perubahan positif kearah kemajuan tidak jarang masyarakat langsung menerapkan.

Dari pola pikir yang terbentuk dalam masyarakat tersebut masyarakat komering cukup memiliki pandangan kedepan. Peran orang rantau yang kembali ke komering sangatlah mendukung selain itu kemapanan yang ditunjukan oleh orang rantau untuk membangun sangat memiliki andil yang besar dalam merubah tatanan dan pola pandang masyarakat komering.

Semakin maju pola pandang suatu daerah maka secara otomatis adanya perubahan yang akan mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Satu hal yang komering disini takutkan apakah semua nilai-nilai luhur masyarakat komering akan hilang dan berganti dengan segala ke-moder-an ???????? akan kah persaudaraan dalam masyarakat komering menjadi luntur seperti yang terjadi di daerah-daerah yang tergolong maju (individualis).

Inilah pertanyaan yang masih tersisa dan entah apakah jawabannya telah tersedia !!!!!!!!

Semua daerah berhak akan kemajuan dan ke-existensi-an daerah nya masing-masing tapi semua daerah juga berhak untuk tidak merubah nilai-nilai yang terakar dalam masyarakatnya, kemabali ke kita untuk dapat menjawab semuanya.

Semoga semua daerah masih memilik dan tetap akan memiliki nilai-nilai luhur daerahnya masing-masing ...................semoga

Google